Perspektif Global

  1. Memahami Dimensi Perspektif Global

Saat ini tidak ada suatu bangsapun yang statis dan homogen. Setiap bangsa berkembang karena adanya interaksi dengan bangsa lain. Dengan demikian maka sistem nilai budaya dan nilai lainnya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Perspektif global bertitik tolak dari masalah hidup sehari-hari, misalnya antara lain masalah kelaparan , pengangguran, pestisida dan pengungsi. Semua ini memiliki dampak yang besar terhadap masalah global. Kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat dibatasi pada masalah lokal dan masalah global. Kita hidup dalam masyarakat informasi , dimana teknologi komunikasi dapat menjangkau dan mengakses secara global. Oleh karena itu, masalah tersebut akan dengan cepat memberikan dampak secara global.

Para mahasiswa berpandangan tentang masalah global yang demikian pesat ini, tentunya akan mempengaruhi dunia pendidikan merupakan kendaraan untuk melihat dan mengunjungi dunia yang luas ini. Dengan pendidikan kita mengetahui peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia yang jauh dari kita. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri. Kita harus terbuka terhadap berbagai pembaharuan, tetapi masih mengandung unsur seleksi, apakah pengaruh dan arus dari luar itu dapat kita terima sesuai dengan nilai budaya kita. Sebaliknya nilai budaya kita yang menghambat proses globalisasi harus kita tinggalkan.

Dalam kaitannya dengan budaya dalam era globalisasi ini, Makagiansar (Mimbar, 1990) mengajukan 4 dimensi, yaitu :

  1. Afirmasi atau penegasan dari dimensi budaya dalam proses pembangunan bangsa dan masyarakat. Pembangunan akan hampa jika tidak diilhami oleh kebudayaan bangsanya. Nilai budaya suatu bangsa menjadi landasan bagi pembangunan suatu negara, serta merupakan alat seleksi bagi pengaruh luar yang sudah tak terkendali lagi.
  2. Mereafirmasi dan Mengembangkan identitas budaya dan setiap kelompok manusia berhak diakui identitas budayanya.
  3. Partisipasi, bahwa dalam pengembangan suatu bangsa dan negara partisipasi dari masyarakat sangat diperlukan. Partisipasi rakyat ini bukan hanya dari sekelompok atau beberapa kelompok masyarakat saja, akan tetapi dari seluruh masyarakat bangsa ini.
  4. Memajukan kerja sama budaya antar bangsa. Ini dimaksudkan agar adanya saling mengisi, saling mengilhami sehingga adanya kemajuan dan peningkatan antar budaya bangsa.

 

  1. Memahami Manfaat Perspektif Global

Secara politis peran negara bergeser dari penentu dan pembuat wawasan kebangsaan menjadi penjaga stabilitas dan pengontrol politik baik dalam maupun luar negeri. Perlu disadari bahwa negara kita berhadapan dengan faktor luar yang sangat kuat dan diluar kontrol pemerintah kita. Oleh karena itu, peningkatan kerja sama dengan negara lain dalam segala bidang perlu ditingkatkan. Negara harus bersifat terbuka, karena kerja sama dalam berbagai bidang menurut komitmen yang tinggi. Nagara harus beradaptasi dengan sistem yang terus berubah, dan aktif mengikuti dan mengadakan perubahan. Manfaat dan kegunaan dari mempelajari perspektif global antara lain seperti berikut :

  1. Meningkatkan wawasan dan kesadaran para guru dan bahkan siswa bahwa kita bukan hanya penghuni dari satu kampung, propinsi, negara akan tetapi penduduk dari satu dunia yang mempunyai ketergantungan satu sama lain. Oleh karena itu dalam bersikap dan bertindak harus mencerminkan sebagai warga negara.
  2. Menambah dan memperluas pengetahuan kita tentang dunia, sehingga kita dapat mengikuti perkembangan dunia dalam berbagai aspek, terutama dalam perkembangan IPTEK.
  3. Mengkondisikan para mahasiswa untuk berfikir integral bukan general, sehingga suatu gejala atau masalah dapat tanggulangi dari berbagai aspek.
  4. Melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan dunia dengan segala aspeknya.

Untuk itu mata kuliah Perspektif Global perlu diberikan agar anda sebagai calon guru mempunyai bekal dan wawasan kepada siswa bahwa agar mereka bersikap, bertindak dan berbuat untuk kepentingan global. Ini dapat dimulai dari tindakan yang ada di lingkungan yang lebih kecil dulu, yaitu lingkungan rumah, masyarakat dan sekolah dimana mereka tinggal.

  1. Tujuan Perspektif Global

Menurut Hoopes ( Garsia 1977) mengatakan bahwa pendidikan global mempersiapkan siswa untuk memehami dan mengatasi adanya ketergantugan global dan keragaman budaya, yang mencangkup hubungan, kejadian, dan kekuatan yang tidak dapat diisikan kedalam batas-batas negara dan budaya.

Selanjutnya Hoops, menjelaskan pendidikan global memiliki 3 tujuan yaitu:

  1. Pendidikan global memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan. Tujuan ini dapat dicapai melalui mengajarkan bahan dan mengunakan metode yang memberikan relatifisme budaya.
  2. Pendidikan global memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman global. Kegunaan dari tujuan ini adalah untuk mendiskusikan trntang relatifisme budaya da keutamaan etika.
  3. Pendidikan global memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berfikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai suatu warga negara dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan.

 

Pendidikan global mempersiapkan masa depan siswa dengan memberikan ketrampiln analisis dan evaluasi yang luas. Ketrampilan ini akan membekali siswa untuk memahami dan memberikan reaksi terhadap isu internasional dan antara budaya. Pendidikan global juga mengenalkan siswa dengan berbagai strategi untuk berperan serta secara lokal, nasional dan internasional. Mata pelajaran harus menyajikan materi yang relefan untuk meningkatkan kemampuan terlibat dalam percaturan kebijakan publik. Oleh karena itu pendidikan global mengaitkan isu global dengan kepentingan lokal.

Sedangkan tujuan diberikannya Perspektif Global menurut Marryfield, 1997 ( dalam buku Perspektif Global karangan Prof. Dr. H. Nurshid S dan Drs. Kuswaya W ) adalah :

  • Mendorong mahasiswa untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan masalah yang berkaitan dengan masalah global.
  • Mendorong para guru untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan masalah lintas budaya.
  • Mengembangkan dan memahami makna perspektif global baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pengembangan profesinya.
  1. Memahami masalah perspektif Global

Kondisi kehidupan yang secara rasial, sosial, ekonomi budaya dan politik dapat dikatakan dapat dikatakan bersifat majemuk, menyebabkan juga tingkat kepentingan yang berbeda-beda. Kepentingan yang berbeda-beda ini, secara positif menjadi dasar terjadinya kerja sama dalam berbagai bidang kehidupan, namun secara negatif menimbulkan berbagai konflik yang tidak jarang mengganggu perdamaian sampai terjadi peperangan.

Mengenai isu dan masalah global, Merry M.Merryfield ( 1997:8 ) mengemukakan pokok-pokok penduduk dan keluarga berencana ( population and family planning ), hak rakyat menentukan pemerintahan sendiri ( self-determination ), pembangunan ( development ),hak asasi manusia ( human right ), emigrasi, imigrasi dan pengungsian ( emigration, immigration and refugees ), kepemilikan bersama secara global ( the global commnos ), lingkungan hidup dan sumber daya alam ( environment and natural resources ) , persebaran kemakmuran, teknologi, informasi, sumber daya, jalan masuk ke pasar, kelaparan dan bahan pangan, perdamaian dan keamanan, prasangka dan diskriminasi.

Isu dan masalah diatas bukan lagi hanya dirasakan secara lokal dan regional di tempat-tempat serta kawasan tertentu, melainkan telah menjadi isu dan masalah global yang dirasakan serta disadari oleh masyarakat dunia. Badan dan lembaga dunia, baik organisasi yang merupakan bagian dari PBB maupun diluar PBB seperti LSM ( lembaga swadaya masyarakat ), telah menaruh perhatian serta kepedulian terhadap masalah-masalah global tersebut.

Sebagai contoh, kita angkat beberapa isu dan masalah seperti penduduk dan keluarga berencana, pembangunan, Hak Asasi Manusia, Migrasi, lingkungan dan sumber daya, dalam pembahasan singkat.

  1. Penduduk dan Keluarga Berencana

Masalah penduduk bukan hanya merupakan masalah nasional indonesia, melainkan juga merupakan masalah bangsa lain, baik bangsa-bangsa yang terbelakang dan sedang berkembang, maupun bangsa-bangsa yang telah maju. Persoalan-persoalan ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan jumlah penduduk dengan ketersediaan barang pangan, lapangan kerja serta perumahan( pemukiman ) yang merupakan masalah kesejahteraan, bukan hanya masalah yang menimpa Bangsa Indonesia, malainkan dialami oleh seluruh bangsa di dunia ini. Oleh karena itu, masalah ini dapat dinyatakan sebagai masalah global.

Salah satu upaya mengatasi masalah penduduk yaitu dengan melakukan program keluarga berencana dengan mengatur jumlah anggota keluarga demi kesejahteraan masing-masing keluarga. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh bangsa indonesia, melainkan juga dilakukan oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Pelaksanaan program keluarga berencana tidak lancar seperti yang direncanakan dan diharapkan, melainkan masih menghadapi berbagai masalah. Oleh karena itu, program ini selain merupakan upaya pemecahan masalah, pada pelaksanaannya juga masih perupakan masalah global. PBB sebagai organisasi dan lembaga dunia, sangat memperhatikan masalah tersebut.

  1. Pembangunan

Pembangunan yang oleh Bartelmus ( 1986 : 3 ) dinyatakan sebagai proses yang berupaya memperbaiki kondisi hidup masyarakat, baik kondisi material maupun non material termasuk kebutuhan-kebutuhan fisikal, telah- sedang- akan dilakukan oleh semua bangsa di dunia ini. Namun demikian, karena pada pelaksanaannya melibatkan segala sumber daya, baik alam (SDA) maupun manusia (SDM) termasuk kemampuan IPTEKnya, masih banyak menghadapi masalah. Oleh karena itu, pembangunan sebagai upaya pemecahan masalah kesejahteraan masyarakat, pada sisi lain masih menjadi masalah. Kenyataan demikian masih dialami oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian, pembangunan sebagai suatu masalah, juga menjadi masalah global.

  1. Hak Asasi Manusia (HAM)

Kita semua meyakini firman ALLAH dalam Al Quran, surat Al Hujarat, ayat 13 yang artinya sebagai berikut:

Hai Manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Berdasarkan ayat di atas, kita manusia itu bersifat majemuk. Namun demikian, dihadapan Maha Pencipta tidak ada bedanya. Perbedaan yang ada di antara kita terletak pada ketaqwaan kita kepadaNya. Dengan demikian, sesungguhnya selaku manusia memiliki hak asasi yang sama untuk diperlakukan sebagai makhlukNya. Namun demikian, dalam kehidupan masyarakat hak asasi selaku manusia ini mendapat perlakuan yang berbeda-beda oleh pihak-pihak tertentu, sehingga terjadi pelanggaran atas HAM tersebut. Diskriminasi rasial, etnis, agama dan lain-lainnya merupakan pelanggaran terhadap HAM. Hal tersebut dialami oleh kelompok masyarakat atau perorangan tertentu di negara-negara masing-masing. Masalah ini terjadi di seluruh dunia, oleh karena itu HAM tidak hanya merupakan masalah lokal dan regional di tempat-tempat serta kawasn-kawasan tertentu, melainkan juga merupakan masalah global.

  1. Migrasi

Perpindahan penduduk, baik itu dalam bentuk emigrasi ( ke luar dari negara sendiri ) imigrasi ( masuk ke dalam negara tertentu ) maupun dalm bentuk pengungsian, terjadi dimana-mana di dunia ini. Faktor penyebabnya bermacam-macam mulai dari faktor ekonomi, bencana alam, wabah, politik sampai pada keamanan. Bagi kelompok atau perorangan yang melakukannya merupakan jalan keluar dari masalah yang dialaminya. Namun bagi negara atau kawasan yang didatangi mungkin menjadi masalah, karena menyangkut tempat penampungan, lapangan kerja, bahan kebutuhan dan lain sebagainya. Kita dapat menyimak dan mengamati proses perpindahan ini dari berbagai kawasan di dunia ini sebagai akibat berbagai masalah di negara banjir, kesulitan ekonomi, pertentangan politik, menjadi penyebab terjadinya migrasi penduduk di kawasan yang bersangkutan, dan atau dari kawasan tersebut ke negara lain. Masalah migrasi ini telah menjadi masalah global.

  1. Lingkungan dan Sumber Daya

Menurut UU RI No 4 Tahun 1982 Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Masalah lingkungan seperti pencemaran, banjir, kekeringan, tanah longsor, hama dan sebangsanya yang mengganggu bahkan mengancam kehidupan manusia, tidak hanya terjadi secara lokal maupun regional di tempat-tempat atau kawasan tertentu,melainkan secara meluas terjadi dimana-mana di permukaan bumi ini.

G.T. Miller (1985:6) mengemukakan sumber daya alam adalah suatu bentuk materi atau energi yang diperoleh dari lingkungan fisikal yang dapat memenuhi kehidupan manusia. Dengan demikian antara sumber dengan lingkungan itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Kandungan, persediaan, penggalian, pengolahan, dan pemanfaatan sumber daya, khususnya sumber daya alam, tidak hanya menyangkut pemerintah serta negara pemilik sumber dya yang bersngkutan, melainkan juga melibatkan negara-negara lain yang berkepentingan. Kuota produksi dan kuota perdagangan sampai pada harga sumber daya alam tertentu yang strategis, merupakan kesepakatan bersama di antara negara-negara produsen dengan negara-negara konsumen. Minyak bumi, logam-logam tertentu dan mineral mineral tertentu, baik penggalian maupun perdagangannya, ada pada kesepakatan bersama diantara negara-negara yang berkepentingan. Dengan demikian, mengenai sumber daya alam ini di landasi oleh kesejahteraan global negara-negara yang bersangkutan. Produksi, konsumsi dan perdagangannya memiliki  dampak global terhadap kehidupan ekonomi, politik serta kondisi ekologi dunia. Dalam mekanisme dan dinamika  produksi, pemanfaatan, konsumsi dan perdagangan sumber daya alam ini terjadi proses ketergantungan ( interdependensi ) dan saling keterkaitan ( interlingkage ) antar berbagai negara di dunia yang berkepentingan. Kenyataan tersebut merupakan fenomena global yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Pemanfaatan lingkungan dan sumber daya yang menjadi aset dunia seperti samudera dan ruang angkasa, menuntut saling keterkaitan serta saling ketergantungan global yang mengoptimumkan pemanfaatan aset-aset tadi. Hal tersebut harus menjadi perhatian dan kepedulian tiap pribadi umat manusia, khususnya pribadi-pribadi pengambil kebijakan serta keputusan. Disinilah letak dan kedudukan wawasan dan kepedulian global dalam situasi kehidupan umat manusia yang makin mendunia.

About these ads

Tentang dyahkurnia

girl mood
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s